Category Archives: Artikel

Tumpukan Pahala yang Sia-sia

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Sungguh aku tahu ada sekelompok dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan kebaikan-kebaikan semisal gegunungan Tihamah yang berwarna putih, tetapi Allah menjadikannya debu yang beterbangan (baca: sia-sia).” Tsauban bertanya, “Ya Rasûlallah, sifatkanlah mereka untuk kami, agar kami tidak seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.” Beliau bersabda, “Mereka adalah saudara kalian, dari ras kalian, dan qiyam sebagaimana kalian, hanya saja mereka adalah orang-orang yang melanggar larangan-larangan Allah dalam kesendiriannya.” (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani).

Lebih Kucinta daripada Dunia Seisinya

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersaba:

عن عائِشَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dari Rasululloh Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Dua rekaat fajar lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim).

Iman; Semahal-mahal Nikmat

“Jika kamu masuk kubur dan islam masih membersamaimu, maka berbahagialah.” (Syu’aib bin Harb)

Di dunia ini, nikmat iman adalah nikmat teragung  yang Allah berikan kepada manusia. Tanpanya, manusia bak binatang yang hanya mengisi hidupnya dengan bersenang-senang dan makan-makan,“Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan laiknya binatang-binatang.” (Muhammad : 12). Maka, adalah sebuah kewajiban bagi orang yang dianugerahi nikmat ini untuk bersyukur kepada Allah, terlebih nikmat ini hanya diberikan kepada orang yang dicintai-Nya semata; ia hanya diperuntukkan bagi orang-orang pilihan-Nya. Rasulullah pernah bersabda,

Jujur, Mujur

Di dunia ini, kita harus berani jujur bahwa ada orang-orang yang begitu jujur; jujur pada diri sendiri, jujur pada orang lain, dan tentu juga jujur kepada Allah.  Yang terberat, tentu jujur kepada Allah. Dalam setiap kata, sikap dan perilaku. Inilah yang tersulit, sehingga perintah untuk jujur itu disejajarkan setelah perintah takwa, “yâ ayyuhal ladzîna âmanut taqullâha wa kûnû ma’ash shâdiqîn, wahai segenap orang-orang mukmin, bertakwalah kamu kepada Allah, dan jadilah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).”

Ahli Tafsir Golongan Sahabat

Beberapa ahli tafsir yang memiliki kemampuan baik dan cukup berpengaruh dalam perkembangan ilmu tafsir.

Imam Suyuthy dalam kitabnya Al-Itqan mengatakan: “Kalangan sahabat yang populer dengan tafsir ada sepuluh; khalifah yang empat (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali), Ibnu Mas’ud, Ibnu Abbas, Ubay Ibnu Ka’ab, Zaid Ibnu Tsabit, Abu Musa Al-‘Asy’ari dan Abdullah bin Zubair. Dan dari kalangan khalifah empat yang paling banyak dikenal riwayatnya tentang tafsir adalah Ali bin Abi Thalib r.a. sedang dari tiga khalifah yang lain hanya sedikit sekali, karena mereka lebih terdahulu wafatnya.